“Negara Masih Belum Menempatkan Hak Asasi Manusia Sebagai Agenda Prioritas”

Tak terasa, Universal Periodic Review (UPR) terhadap Indonesia akan dilakukan untuk ketiga kalinya pada Mei 2017 besok. UPR ini merupakan evaluasi yang dilakukan oleh Dewan Hak Asasi Manusia Persatuan Bangsa-Bangsa atas situasi HAM yang ada di Indonesia, terutama rekomendasi-rekomendasi Dewan HAM PBB yang telah disetujui untuk dilakukan oleh pemerintah Indonesia pada UPR kedua di tahun…

Soal Pembatalan Perda, KPS2K Berikan Catatan Kemendagri

Kelompok Perempuan dan Sumber-Sumber Kehidupan (KPS2K) memberikan catatan terkait keputusan Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) yang telah membatalkan 3.143 Peraturan Daerah. Direktur KPS2K, Iva Hasanah mengatakan, catatan diberikan terhadap Kementrian Dalam Negeri, karena tidak mencabut atau membatalkan seluruh Perda yang intoleransi.

Memaksa Perempuan Untuk Menikah Dan Punya Anak Termasuk Kekerasan Low!

Stigma perempuan sebagai makhluk yang harus bereproduksi saat ini masih sangat melekat di dalam diri perempuan. Pertanyaan-pertanyaan mengenai kapan menikah dan kapan punya anak pun masih sering dijumpai oleh pasangan-pasangan muda. Menurut Wakil Ketua Komnas Anti Kekerasan Terhadap Perempuan, Budi Wahyuni pertanyaan tersebut pada dasarnya sangat normatif karena masyarakat Indonesia menganggap bahwa fungsi perempuan masih…

Soal Kekerasan Seksual, Guru Juga Harus Inovasi Cara Mengajar

Untuk meminimalkan maraknya kekerasan seksual yang melibatkan anak baik sebagai korban dan pelaku, pengamat pendidikan Isa Anshori mengatakan guru harus mulai melakukan inovasi dalam mengajar. Hal ini dikarenakan pendidikan di Indonesia yang ada saat ini tidak bisa merespon perilaku dan perkembangan siswa.

You are What You Do, Not What You Wear

“Cewek yang suka pake rok mini itu pada dasarnya emang minta diperkosa!” “Dasar perempuan nakal, pantes aja diperkosa, malam-malam jalan sendirian, sih!” Pernyataan di atas tentu sudah sering kita dengar, mulai  dari obrolan di warung kopi pinggir jalan, hingga statement yang keluar dari mulut para pejabat saat mengomentarai kasus kekerasan seksual. Wajar saja pernyataan semacam…

Lukman Hakim “Kasus YY Harus Di Sikapi Secara Serius!”

Kasus meninggalnya YY, siswi SMP yang dibunuh dan di perkosa di Padang Ulak Tanding, kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, kini ramai dibicarakan. Tidak hanya di Jakarta dan sejumlah daerah di Indonesia, kabar meninggalnya perempuan 14 tahun tersebut juga ramai diberitakan di media-media asing di Australia, Amerika, Inggris, India dan Kanada.

Perda Diskriminasi LGB Justru Langgengkan Kekerasan Pada Perempuan

Lesbian-Biseksual-Transgender atau yang biasa disingkat LBT masih kerap kali menerima tindakan diskriminasi, hal ini tentu saja melanggar hak asasi manusia. Padahal sudah jelas dalam Undang-Undang HAM, LBT tidak boleh didiskriminasi baik oleh masyarakat atau Negara, termasuk melalui Undang-Undang dan Peraturan Daerah (Perda).

Kasus YY Bukti Minimnya Perhatian Negara Pada Kekerasan Seksual

Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan menyesalkan adanya kasus pemerkosaan yang berujung pembunuhan terhadap YY (14) siswi SMP di Bengkulu. Kasus YY merepresentasikan minimnya perhatian Negara terhadap isu besar tentang kejahatan seksual. Hal ini sangat meresahkan dan memprihatinkan sebab siapapun berpotensi menjadi korban kekerasan maupun kejahatan seksual di Indonesia.

Bahaya Pernikahan Di Usia Dini

Bagi sebagian masyarakat Indonesia, perempuan yang menikah di usia dini atau dibawah 20 tahun masih dianggap sebagai perempuan yang beruntung. Sedangkan perempuan yang berusia di atas 20 tahun dan belum menikah maka akan dianggap tidak beruntung. Permasalahan ini terjadi tak luput karena pengaruh budaya, adat istiadat suatu daerah serta kurangnya pemahaman dan informasi tentang kesehatan…