FAQs

Frequent Ask Questions

Apa fokus kerja SAMSARA? Apakah tujuan advokasi atau hanya berbagi informasi?

Fokus SAMSARA adalah pemenuhan hak perempuan, terutama pemenuhan hak reproduksi sebagaimana yang disepakati oleh pemerintah Indonesia pada ICPD 1994 di Kairo. Beberapa diantaranya adalah hak untuk memutuskan dan kapan akan punya anak, dan hak untuk memilih bentuk, membangun dan merencanakan keluarga.Tujuannya adalah untuk mengadvokasi perempuan mengenai pentingnya keluarga berencana dan memberikan informasi mengenai pilihan-pilihan yang dimiliki perempuan ketika perempuan mengalami Kehamilan Tidak Direncanakan (KTD).

Tantangan apa yang samsara lihat ketika memilih konsentrasi isu ?

Kebijakan yang tidak pro terhadap perempuan dan atau sadar akan pemenuhan hak kespro dan seksualitas.Tantangan pada nilai, sosial, budaya, agama yang saklek dan tidak terbuka untuk kajian aborsi dan populasi penduduk.Stigma yang berkembang di masyarakat.Kelompok-kelompok fundamentalis.Minimnya pengetahuan kespro di masyarakat.

Apa saja program dan kegiatan edukasi SAMSARA?

Program Edukasi SAMSARA berfokus pada seksualitas, termasuk di dalamnya kesehatan reproduksi. Seksualitas adalah bagian dari kehidupan manusia sebagai makhluk seksual terlepas dengan apakah ia melakukan tindakan seksual atau tidak. Menjadi seksual tidak terbatas pada tindakan atau perilaku seksual semata namun juga dapat diekspresikan melalui sikap, perasaan dan fikiran. Manusia mengembangkan seksualitas mereka dari beragam pengaruh, termasuk diantaranya sosial budaya,biologis, ekonomi dan juga pendidikan. Manusia bisa mengekspresikan seksualitas baik secara positif ataupun negatif.

SAMSARA melakukan workshop-workshop di masyarakat, komunitas dan sekolah. Kami juga menyelenggarakan ‘Sekolah Seksualitas dan Kesehatan Reproduksi’. Tema besar dari program edukasi kami adalah otoritas tubuh, dimana setiap orang paham atas tubuhnya dan memiliki otoritas atas tubuhnya sehingga setiap orang mampu mengambil keputusan yang bertanggung jawab atas tubuhnya.

Masalah apa saja yang diidentifikasi melalui kerja-kerja SAMSARA? Apakah cakupan kerja SAMSARA  hanya di Yogyakarta?

Layanan dan program kami tidak terbatas pada kota Yogyakarta. Kami juga melakukan program di beberapa kota lain, bahkan untuk hotline Kehamilan Tidak Direncanakan layanan kami mencakup nasional hingga internasional. Masalah yang cukup menonjol adalah Kehamilan Tidak Direncanakan dan Infeksi Menular Seksual, termasuk HIV. Masalah ini muncul dari banyaknya mitos seputar kespro dan kurangnya informasi dan pendidikan mengenai kesehatan reproduksi dan seksual.  Serta kurangnya layanan kesehatan yang pro remaja dan perempuan.

Bagaimana sebenarnya hak perempuan untuk memilih di Indonesia? Apakah sudah cukup baik? 

Ketika kita berbicara tentang perempuan di Indonesia, kita tidak berbicara identitas tunggal melainkan majemuk. Perempuan mana yang anda maksud? Perempuan berpendidikan, di kota, di pedesaan, dan lain-lain. Jika dilihat dari geografis dan status pendidikan, saya bisa katakan bahwa kebebasan untuk memilih belum cukup baik. Bukan karena perempuan-perempuan ini tidak mampu memilih, namun karena pengetahuan dan pendidikan yang tidak merata yang menyebabkan mereka tidak mengenali haknya untuk memilih.

Bagaimana tanggapan SAMSARA dengan kriminalisasi aborsi di Indonesia?

Kami sepakat untuk mengkriminalkan orang atau pihak-pihak yang mengkriminalkan aborsi, karena itu melanggar hak-hak dan otoritas atas tubuh setiap perempuan.Kriminalisasi aborsi adalah sebuah upaya kekerasan terhadap perempuan. Negara dan masyarakat telah gagal melihat perempuan sebagai subyek, lagi-lagi perempuan dilihat sebagai obyek dan tersubordinasi dalam hukum.

Dalam konteks Negara kita harus melihat tanggung jawab Negara, yaitu menghargai (respect), memenuhi (fulfill) dan melindungi (protect) hak-hak warga negara. Dalam hal ini, Negara tidak memenuhi hak perempuan untuk mendapatkan pendidikan yang berhubungan dengan seksualitas dan reproduksi, situasi inilah yang kemudian membuat perempuan berada dalam situasi Kehamilan Tidak Direncanakan (KTD) yang kemudian salah satu solusinya adalah aborsi.Kita harus ingat bahwa akar terjadinya aborsi adalah tingginya KTD. Jadi, kriminalisasi aborsi tidak menyelesaikan masalah. Meskipun aborsi dikriminalkan namun tidak ada perubahan signifikan pada angka aborsi. Selama tidak ada upaya atau program yang menyasar pada menurunkan KTD, maka kebutuhan akan layanan aborsi akan tetap tinggi.

Fakta angka kematian ibu yang cukup tinggi di Indonesia sebesar 228 per 100.000 (17 % penyebab kematian ibu disumbang dari aborsi tidak aman dan keterlambatan mendapat penanganan) menjadi refleksi dan sebagai bahan pertimbangan berbagai kebijakan yang pro terhadap perempuan.

Apakah SAMSARA setuju dengan pelegalan aborsi?

Pelegalan aborsi harus dilihat dari kacamata Kesehatan Masyarakat. Pelegalan aborsi adalah upaya untuk menyelamatkan nyawa perempuan dari kematian dan komplikasi akibat aborsi tidak aman. Komplikasi dan kematian akibat aborsi yang tidak aman menimbulkan kerugian ekonomi yang besar bagi Negara. Termasuk tercorengnya nama baik Negara karena ketidakmampuannya meningkatkan status kesehatan perempuan, sebagaimana yang tertuang dalam MDG’s.

Dari peta global bisa dilihat bahwa angka aborsi justru tinggi di Negara-negara dimana aborsi illegal. Sedangkan di negara dimana aborsi legal justru angka aborsi nya rendah. Ini karena Negara-negara yang melegalkan aborsi sudah mengedepankan program pendidikan seks dan layanan kesehatan, sehingga angka KTD rendah.

Bagaimana tanggapan SAMSARA dengan banyaknya klinik aborsi ilegal yang berujung kematian pasien atau website-website yang menawarkan obat aborsi secara online? apa bahayanya? apa yang bisa dilakukan pemerintah untuk menghentikan praktek tidak aman ini?

Jika angka KTD tinggi maka kebutuhan akan layanan aborsi akan terus tinggi, tidak peduli apakah status hukumnya legal atau illegal. Kebutuhan inilah yang kemudian menumbuh suburkan layanan aborsi di mana-mana. Namun sayangnya, ketersediaan layanan ini tidak semuanya berbasis pada pemenuhan hak perempuan. Kebanyakan layanan ini mengambil keuntungan dari situasi perempuan. Karena tidak ada regulasi yang jelas, maka seringkali perempuan menjadi korban baik secara psikis, fisik dan ekonomi.

Yang bisa dilakukan oleh pemerintah adalah dengan membuat sistem pendidikan dan layanan kesehatan yang pro-perempuan. Akses di sini bukan hanya terbatas pada adanya layanan tersebut namun juga pada capacity-building para praktisi medis. Meskipun layanannya tersedia, namun jika praktisi medis tidak terbuka dan judgmental, tentunya perempuan akan berfikir dua kali untuk mengakses layanan ini.

Bagaimana perspektif Samsara terhadap kasus aborsi yang dilakukan oleh remaja?

Dalam hal ini, kami melihat remaja sebagai korban. Dimana remaja seharusnya mendapatkan hak-haknya :  terutama pemenuhan hak kesehatan reproduksi, seksualitas dan kebutuhan khusus remaja lainnya.Layanan kesehatan di Indonesia yang belum ramah remaja pun menyumbang angka Kehamilan Tidak Direncanakan (KTD). Ketika Negara tumpul dalam melindungi dan pemenuhan hak remaja, kami memandang remaja sebagai individu yang berdaya pada pengambilan keputusan.

Kenapa konseling KTD dan pra-aborsi menjadi sangat penting?

Di Negara seperti Indonesia, seringkali pertimbangan perempuan memutuskan aborsi bukan dari kesadaran dirinya. Biasanya karena tekanan atau tuntutan dari pihak luar.  Dan karena tidak ada sumber informasi yang terpercaya seringkali perempuan memilih aborsi yang tidak aman.Konseling menjadi penting untuk memastikan bahwa keputusan tersebut adalah keputusan perempuan. Bahwa perempuan sudah memikirkan resiko dan konsekuensinya.

Kami selalu mengatakan bahwa keputusan ini adalah keputusan yang tidak bisa dirubah dimasa yang akan datang dan akan menjadi bagian dari sejarah kehidupan kita. Jadi perlu betul-betul harus dipertimbangkan lagi. Jangan sampai kita terburu-buru mengambil keputusan aborsi untuk menyelesaikan masalah sekarang namun kemudian keputusan ini justru akan menimbulkan masalah yang lebih besar, misalkan kematian atau komplikasi, atau justru harus bergelut dengan depresi dan rasa bersalah yang berkepanjangan.

Manfaat dari konseling ada banyak, diantaranya: Perempuan paham akan haknya, perempuan belajar tentang tubuhnya, perempuan belajar intrapersonal skills ( mengidentifikasi masalahnya, mengambil keputusan untuk dirinya, pemecahan masalah, dan lain-lain),  perempuan bisa membedakan apa itu aborsi aman dan tidak aman. Dan yang terpenting adalah memberikan kepercayaan diri pada perempuan bahwa ia berdaya dan memiliki otoritas atas tubuh dan hidupnya.

Apa solusi untuk mengatasi KTD?

3 pilihan ; Menjadi orang tua, diadopsi atau aborsi aman. Dan beri ruang untuk perempuan memilih.

Berapa banyak konseling KTD yang sudah ditangani Samsara?

Rekapitulasi data untuk tahun 2011; sebanyak 71,2 % belum menikah dengan usia 18-24 tahun mengakses hotline kami untuk memilih dari tiga pilihan solusi KTD.

Jika terdapat hotline aborsi aman berarti akan menambah angka aborsi di Indonesia?

Bertambah atau berkurangnya angka aborsi sulit untuk dianalisis, karena indikatornya belum jelas di Indonesia. Banyak perempuan memilih dan melakukan aborsi diam-diam. Yang jelas, dengan tersedianya layanan hotline dapat mengurangi angka aborsi tidak aman.

Bagaimana metode konseling di Samsara?

Perempuan atau pasangan mengakses hotline melalui email atau telepon langsung. Beberapa aspek dalam konseling adalah ; perempuan berkonsultasi langsung, informasi KTD dan edukasi mengenai otoritas tubuh. Aspek utama dari konseling adalah menjadikan perempuan sebagai ‘center’ dari konseling dan adanya konfirmasi langsung dari perempuan mengenai pilihannya.

Bagaimana mengetahui bahwa keputusan diambil klien adalah keputusan terbaik?

Kami memahami situasi terlebih dahulu dan mempercayakan perempuan untuk berdaya memutuskan pilihan. Tidak ada yang dapat mengetahui apakah keputusan tersebut baik atau tidak selain indvidu atau klien itu sendiri.

Apakah Samsara memiliki kredibilitas untuk menyampaikan informasi medis terutama prosedur aborsi aman?

Kami mempunyai konsultan dokter. Semua konselor kami di training dan tersertifikasi. Samsara berada di bawah supervisi Asia Safe Abortion Partnership (ASAP) dan International Consortium for Medical Abortion (ICMA)

Apakah layanan hotline ini bisa dipercaya?

Silahkan cek kembali website dan Facebook kami. Silahkan menggunakan sikap kritis anda untuk menentukan apakah kami bisa dipercaya atau tidak.

Saya ingin melakukan aborsi, tapi pasangan tidak memperbolehkan, bagaimana sebaiknya?

Semua keputusan harus berdasarkan keputusan perempuan. Jika pasangan tidak kooperatif saat diskusi, kami bisa membantu mediasi dan berbicara dengan pasangan anda.