Pelatihan Bidan Wilayah Sorong dan Ternate

38
Pelatihan Bidan

Kali ini Samsara hadir dengan program Pelatihan Bidan untuk penanganan perdarahan pasca persalinan dan keguguran. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas para bidan di wilayah Sorong dan Ternate.

Menurut data BKKBN pada tahun 2015, terdapat sekitar 2,4 juta praktik aborsi terjadi di Indonesia setiap tahunnya, dengan kenaikan sebanyak 15% per tahun. Berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) pada tahun 2012, Angka Kematian Ibu mencapai 359 kejadian per 100.000 kelahiran hidup.

Pemerintah mengeluarkan banyak program yang bertujuan untuk mengurangi Angka Kematian Ibu, seperti penempatan bidan-bidan di desa-desa, memberdayakan keluarga dan komunitas untuk menggunakan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (Buku KIA), Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi, serta penyediaan fasilitas-fasilitas kesehatan termasuk Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar di klinik kesehatan dan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif di rumah sakit. Pelaksanaan dari berbagai program kesehatan tersebut sangat membutuhkan tenaga kesehatan yang kompeten untuk mencapai tujuan-tujuannya.

Di antara banyaknya rintangan yang membatasi akses terhadap layanan aborsi aman, pendistribusian dan proporsi tenaga-tenaga kesehatan merupakan salah satu hal yang paling penting. Pada tahun 2035 diperkirakan bahwa akan ada kekurangan jumlah tenaga ahli layanan kesehatan yang terampil sebanyak 12,9 juta orang secara global. Data dari Menteri Kesehatan menunjukkan bahwa jumlah bidan 4 kali lebih banyak dari jumlah dokter dan 25,6 kali lebih banyak dari jumlah dokter spesialis kebidanan/kandungan di Indonesia.

Meskipun pada banyak konteks layanan aborsi diberikan oleh dokter spesialis, data telah menunjukkan bahwa Aborsi Medis adalah pilihan yang aman dan efektif, yang memungkinkannya untuk mempertimbangkan perluasan peran-peran dari berbagai macam tenaga kesehatan dalam penyediaan layanan aborsi aman.

Kurangnya penyedia layanan yang terlatih, hambatan-hambatan dari kebijakan dan regulasi, stigma atau keberatan hati nurani mungkin selanjutnya akan membatasi ketersediaan penyedia layanan aborsi aman dan asuhan paska aborsi pada banyak konteks (Panduan Peran Tenaga Kerja Kesehatan dalam Penyediaan Layanan Aborsi Aman dan Kontrasepsi Paska Aborsi – Badan Kesehatan Dunia, 2015).

Oleh karena itu, bidan-bidan memiliki peran yang penting sebagai barisan terdepan karena mereka bekerja secara langsung dengan perempuan dan tersebar di berbagai tempat, bahkan di wilayah pedesaan. Dengan meningkatkan kemampuan para bidan melalui pelatihan tentang Aborsi Medis dan Asuhan Paska Aborsi, kita akan menyelamatkan nyawa perempuan, khususnya perempuan dalam kemiskinan, perempuan yang belum menikah dan perempuan yang tinggal di pedesaan.

pelatihan bidan

Lokasi Dan Tanggal Pelaksanaan

Sabtu, 2 Februari 2019, di Ternate, Maluku Utara
Sabtu, 9 Februari 2019 di Sorong, Papua Barat

Persyaratan Peserta Pelatihan

  1. Peserta berusia 21-40 tahun.
  2. Peserta minimal lulusan D3 Akademi Kebidanan.
  3. Peserta terdiri dari bidan-bidan yang memiliki tempat praktik dan atau aktif memberikan layanan di fasilitas kesehatan primer
  4. Peserta memiliki pandangan positif terhadap isu kesehatan reproduksi
  5. Peserta bersedia menjadi bagian dari sistem rujukan kesehatan reproduksi dan kehamilan tidak direncanakan.
  6. Peserta bersedia meluangkan waktu 8 jam selama proses pelatihan
  7. Peserta menanggung biaya transport sendiri menuju tempat pelatihan.

Tanggal Pendaftaran dan Pengumuman

Untuk Ternate, pendaftaran dibuka dari tanggal 10 – 24 Januari 2019 dengan mengisi formulir aplikasi berikut ini. Pengumuman tanggal 25 Januari 2019.

Untuk Sorong, pendaftaran dibuka dari tanggal 10 Januari – 31 Januari 2019 dengan mengisi formulir aplikasi berikut ini. Pengumuman tanggal 1 Februari 2019.

Jika ada pertanyaan silahkan hubungi Yanti melalui hevriyanti@protonmail.com atau WA ke 081578964454.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here