Pelatihan Bidan Wilayah Sorong dan Ternate

516
Pelatihan Bidan

Kali ini Samsara hadir dengan program Pelatihan Bidan untuk penanganan perdarahan pasca persalinan dan keguguran. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas para bidan di wilayah Sorong dan Ternate.

Berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) pada tahun 2012, Angka Kematian Ibu (AKI) mencapai 359 kejadian per 100.000 kelahiran hidup. Tiap tahunnya angka ini mengalami perubahan yang signifikan. Survei Penduduk Antar Sensus di tahun 2015 menunjukkan AKI di Indonesia turun menjadi 305 kejadian per 100.000 kelahiran hidup. Sementara itu, data Guttmacher menyebutkan bahwa pada tahun 2008 Angka aborsi keguguran per tahun adalah sekitar 37 per 1000 perempuan usia produktif di Indonesia. Kedua data ini menunjukkan situasi yang saling berhubungan ketika membincangkan situasi AKI di Indonesia.

Untuk mengurangi AKI, pemerintah telah menyediakan Dana Alokasi Khusus untuk pembiayaan kesehatan serta meningkatkan fasilitas kesehatan mulai dari tingkat dasar. Beragam program seperti Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi, penyediaan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar di klinik dan Komprehensi di rumah sakit serta penguatan promosi kesehatan yang lebih partisipatif, menempatkan bidan sebagai ujung tombak penyedia layanan kesehatan ibu hamil dari layanan paling dasar. Meskipun peningkatan fasilitas telah dilakukan, terdapat situasi penting yang belum diperhatikan oleh pemerintah yaitu minimnya upaya peningkatan kemampuan bidan. Termasuk minimnya pengetahuan baru tentang tata-laksana asuhan pasca keguguran dan rujukan layanan kehamilan tidak direncanakan (KTD) yang belum merata.

Saat ini tata laksana untuk dua kejadian tersebut masih diberikan oleh dokter spesialis, terutama untuk penanganan saat mengalami keguguran dan kehamilan tidak direncanakan. . Padahal data menunjukkan bahwa Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi adalah pilihan yang aman dan efektif, dan dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan terlatih, dan salah satunya adalah bidan yang terlatih. Sementara itu, data dari Menteri Kesehatan menunjukkan bahwa jumlah bidan 4 kali lebih banyak dari jumlah dokter dan 25,6 kali lebih banyak dari jumlah dokter spesialis kebidanan/kandungan di Indonesia. Hal ini tentu saja membuka peluang bagi perluasan peran dari berbagai macam tenaga kesehatan untuk penyediaan layanan pasca keguguran yang  aman, khususnya oleh bidan.

Kurangnya penyedia layanan yang terlatih dan hambatan-hambatan dari kebijakan membatasi ketersediaan penyedia layanan rujukan kehamilan tidak direncanakan dan asuhan pasca keguguran pada banyak konteks . Dengan situasi dan peluang tersebut di atas, sesungguhnya bidan memiliki peran penting sebagai garda terdepan penyedia layanan kesehatan. Karena bidan  bekerja secara langsung dengan perempuan dan tersebar di berbagai tempat, bahkan di wilayah paling terpencil di pedesaan. Oleh karena itu, pelatihan tentang penatalaksanaan rujukan kehamilan tidak direncanakan dan asuhan pasca keguguran sangat penting dilakukan untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan bidan sesuai dengan tugas pokok fungsinya sebagai penyedia layanan kesehatan utama. Melalui pelatihan ini, kita akan menyelamatkan nyawa perempuan, khususnya perempuan dalam kemiskinan, perempuan yang belum menikah dan perempuan yang tinggal di pedesaan.

 

Lokasi Dan Tanggal Pelaksanaan

Sabtu, 2 Februari 2019, di Ternate, Maluku Utara
Sabtu, 9 Februari 2019 di Sorong, Papua Barat

Persyaratan Peserta Pelatihan

  1. Peserta berusia 21-40 tahun.
  2. Peserta minimal lulusan D3 Akademi Kebidanan.
  3. Peserta terdiri dari bidan-bidan yang memiliki tempat praktik dan atau aktif memberikan layanan di fasilitas kesehatan primer
  4. Peserta memiliki pandangan positif terhadap isu kesehatan reproduksi
  5. Peserta bersedia menjadi bagian dari sistem rujukan kesehatan reproduksi dan kehamilan tidak direncanakan.
  6. Peserta bersedia meluangkan waktu 8 jam selama proses pelatihan
  7. Peserta menanggung biaya transport sendiri menuju tempat pelatihan.

Tanggal Pendaftaran dan Pengumuman

Untuk Ternate, pendaftaran dibuka dari tanggal 10 – 24 Januari 2019 dengan mengisi formulir aplikasi berikut ini. Pengumuman tanggal 25 Januari 2019.

Untuk Sorong, pendaftaran dibuka dari tanggal 10 Januari – 31 Januari 2019 dengan mengisi formulir aplikasi berikut ini. Pengumuman tanggal 1 Februari 2019.

Jika ada pertanyaan silahkan hubungi Yanti melalui hevriyanti@protonmail.com atau WA ke 081578964454.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here