Bervalentine Day dengan Strike, Dance, and Rise

Oleh Bernadia Hastiwi Widya Sarastri

Pada tanggal 14 Februari 2013 lebih dari 200 negara, melawan kekerasan dengan bergabung dalam One Billion Rising. Mereka melawan, menari, dan bangkit. Di Jogja, diguyur hujan tidak melemahkan semangat peserta OBR dalam menyuarakan perlawanan terhadap kekerasan. Sekitar lebih dari 150 orang menari di bawah hujan. OBR jogja dibagi dalam beberapa titik. Titik pertama mulai dari dekat hotel Inna Garuda jalan Malioboro diiringi dengan musik dangdut dari penjual gethuk. Mereka menari untuk menarik perhatian pengunjung sekitar, kemudian membagikan selebaran yang berisi tentang informasi penting untuk perempuan yang mengalami kekerasan.Banyaknya kasus kekerasan yang terungkap (mungkin lebih banyak yang tidak terungkap) membuat banyak simpatisan untuk bersatu melawan kekerasan tersebut.

Perempuan dan anak adalah kelompok yang paling rentan menjadi korban kekerasan. Berdasarkan laporan WHO umumnya kekerasan dilakukan oleh suami atau pasangan. Bahkan banyak kekerasan yang tidak nampak atau sering dianggap sebagai hal yang lumrah yang terjadi dibalik pintu rumah tangga yang tertutup. Persoalan keluarga malu untuk dibicarakan. Banyak perempuan tidak mau mengungkap persoalan dibalik pintu mereka. Begitu keluar rumah seolah tidak terjadi apa-apa. Didukung dengan sistem hukum, norma, dan kebudayaan tidak pernah menganggap hal itu sebagai hal kriminal.

Dengan adanya OBR dapat memberikan dukungan terhadap perempuan untuk melawan kekerasan. Diharapkan perempuan bisa bangkit dari rasa pasrah terhadap segala bentuk kekerasan.

Pertanyaan yang sering muncul adalah mengapa menari? Menari  adalah hal yang sensual, menyenangkan, membebaskan tubuh, dan membahagiakan tubuh dan jiwa. Membiarkan tubuh bebas bergerak adalah wujud dari pembebasan jiwa dan tubuh dari pembatasan yang selama ini di alami perempuan. Di seluruh budaya di dunia pasti memiliki budaya menari sebagai bentuk ekspresi dari emosi dan spiritual, interaksi sosial, dan gerak tubuh.

Strike, Dance, and Rise atau melawan, menari, dan bangkit dalam OBR merupakan awal dari dunia baru yang menyalakan semangat bebas dari kekerasan. Sekali lagi ini adalah awal perjuangan. Kita siap untuk menguncang dunia dengan tarian yang membebaskan tubuh dan jiwa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s