Soal Bullying, Ini Tips Bagi Ortu

Bagi anak usia sekolah atau bahkan mahasiswa, bullying adalah yang paling ditakuti. Apalagi yang melakukan bullying adalah teman-temannya sendiri.

Mereka yang menjadi korban bullying memang tidak mengalami kekerasan secara fisik, melainkan kekerasan psikologis yang justru lebih membekas di hati dan pikiran.

Terkait dengan maraknya bullying yang terjadi pada anak usia sekolah dan mahasiswa, psikolog Riza Wahyuni menilai perlunya peran orang tua dalam meminimalisir terjadinya bullying.

Riza mengatakan, ada empat tips yang bisa dilakukan orang tua untuk meminimalkan bullying.

Pertama, orang tua harus berkomunikasi dengan anak. Berkomunikasi dimulai dari mendengarkan dulu dan bukan sibuk instruksi harus begini,atau  harus begitu.

Kedua, orang tua harus menciptakan rasa aman dan nyaman. Buatlah anak yakin bahwa apapun yang dia ceritakan ke orangtuanya akan diterima. Bukan dimarahi sebelum ceritanya habis. Buatlah anak mengenal orang tua dengan baik.

Ketiga, kalau anak menjadi korban bullying, orang tua harus tetap tenang. Bersikap tenang, bertujuan agar anak tidak takut untuk bercerita lebih banyak lagi.

“Yakinkan anak, jika orang tua hanya akan bertindak bila dia memang mengijinkan,” ujar Riza.

Dan, tips yang keempat adalah segera menghubungi pihak sekolah jika anak menjadi korban bullying. Namun sebelum ke sekolah, ada hal yang perlu diingat. Kedatangan orang tua ke sekolah harus sepengetahuan anak dan harus dibicarakan terlebih dahulu dengan anak. Jangan bikin suprise, karena anak akan merasa orang tua tidak percaya padanya dan bisa jadi kemunculan orang tua justru akan menjadi bahan olok-olok untuk dirinya.

“Cari pihak yang berwenang di sekolah. Informasikan dengan setenang mungkin apa yang terjadi. Kalau Anda ceritanya kayak pemain sinetron, mana bisa pihak sekolah yakin?” terang Riza.

Riza menegaskan, peran orang tua sangat penting, karena sejak kecil banyak anak-anak yang justru tidak dekat (secara psikologis) dengan orangtuanya, meski secara fisik kebutuhan mereka terpenuhi.

“Intinya apakah orangtua sudah menciptakan rasa aman dan nyaman bagi anak sehingga mereka berani mengungkapkan apa saja ke orangtuanya?”pungkasnya.

Penulis : Yovinus Guntur

Editor : Wita Ayodhyaputri

CdK_SFCUUAAZpH2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s