Basuh Organ Reproduksi Dengan Benar, Cegah Kanker Serviks

Bagi kaum perempuan, organ reproduksi merupakan hal penting yang patut dijaga. Tidaklah mengherankan jika kemudian kaum perempuan memakai beragam cara untuk menjaga kebersihan organ reproduksinya. Jumat, 22 Juli 2016.

Menjaga organ reproduksi sebenarnya bukanlah hal yang sulit. Founder Museum Kanker Indonesia, Ananto Sidohutomo mengatakan, salah satu cara sederhana yang bisa dilakukan adalah pada saat cebok atau membasuh organ reproduksi.

Selama ini banyak perempuan yang berkeyakinan bahwa mereka sudah melakukan cebok dengan bersih, namun seringkali melupakan baku mutu air yang digunakan untuk membasuh organ reproduksi.

“Hampir seluruh perempuan saya tanya apakah membasuh organ reproduksi bersih mereka menjawab iya, padahal mereka cebok dengan menggunakan air PDAM atau kran. Nah sekarang pertanyaannya apakah airnya bersih apa tidak,” ujar Ananto.

Ananto menjelaskan, jika membasuh organ reproduksi dengan menggunakan bahan baku air yang tidak bersih akan mempermudah kuman atau bakteri masuk ke organ intim. Ketika bakteri masuk ke organ intim, akan menyebabkan keputihan.

Keputihan yang terjadi di organ intim perlu mendapat perhatian karena berhubungan langsung dengan rahim melalui leher rahim. Jika leher rahim berhubungan langsung dengan keputihan, semakin memperbesar terjadinya kanker serviks.

Untuk mencegah bakteri menyerang organ intim, Ananto menyarankan agar air yang digunakan membasuh organ reproduksi direbus terlebih dahulu, menggunakan air kemasanatau bisa juga diendapkan dahulu. “Salah satu cara yang digunakan adalah dengan menggubah mutu airnya. Air bisa direbus lebih dulu agar bakterinya bisa mati atau pakai air kemasan,” terangnya.

Ananto menegaskan, mencegah kanker serviks, cara termudah adalah dengan menjaga agar tidak mengalami keputihan di organ intim. Mencegah ini jauh lebih penting, karena kanker serviks berakibat pada kematian.

Sampai saat ini, kata Ananto, belum ada laporan yang menyebutkan kanker serviks pada stadium lanjut bisa sembuh. Selama ini, gejala kanker yang ditemukan biasanya sudah stadium lanjut.

“Kanker pada semua jenisnya, pada awalnya tidak ada gejala. Kanker hanya menimbulkan gejala ketika sudah membesar atau stadium lanjut, karena itu deteksi dini gejala kanker dengan pap smear setiap tahunnya,” pungkasnya.

Selain membasuh dengan air bersih, jangan lupa juga mengeringkannya dengan menggunakan handuk atau tisu. Dan jika sedang mengalami masa menstruasi maka harus lebih sering mengganti pembalut setidaknya tiga atau empat jam sekali tergantung banyak sedikitnya darah yang keluar.

Penulis : Yovinus Guntur

Editor : Wita Ayodhyaputri

untitled-poster2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s