Stop Tanya Kapan Nikah, Ini Dampaknya!

Pertanyaan kapan kawin atau kapan nikah menjadi pertanyaan yang kerap kita dengar atau bahkan kita lontarkan kepada kawan, sahabat atau bahkan saudara kita yang sudah cukup umur dan belum memutuskan untuk menikah. Minggu, 24 Juli 2016.

Namun tahukah Anda bahwa pertanyaan yang dianggap biasa dan sering kita dengar tersebut ternyata bisa memiliki dampak yang besar bagi orang yang menerima pertanyaan tersebut.

  1. Wijoyo Adinugroho, M.Psi atau yang akrab di sapa Adi, dosen sekaligus psikolog dari Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, kepada samsaranews menjelaskan bahwa dampak dari pertanyaan tersebut bisa menimbulkan tekanan bagi yang menerima pertanyaan tersebut.

“Dampaknya yang jelas itu jadi tekanan mental, apa lagi untuk mereka yang memang secara real belum siap atau belum memiliki calon untuk dinikahi,” kata C. Wijoyo Adinugroho saat dihubungi melalui sambungan telfon.

  1. Wijoyo Adinugroho menambahkan secara lebih mendalam pertanyaan – pertanyaan tersebut bahkan dapat menimbulkan stress dan rasa putus asa bagi yang menerima pertanyaan.

“Selain itu juga bisa menimbulkan stress, dan stress justru membuat orang yang ditanya semakin sulit untuk berfikir jernih dan semakin sulit untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan,” ujar C. Wijoyo Adinugroho.

Sementara itu, C. Wijoyo Adinugroho juga mengatakan mengapa seseorang bisa dengan mudah mendapat pasangan, karena orang tersebut sangat menikmati hidupnya, tidak tertekan dan tidak stress. Sehingga menurut C. Wijoyo Adinugroho berhentilah kita menanyakan kepada teman, sahabat atau saudara yang belum menikah tentang kapan dia akan menikah.

Berilah waktu dan kesempatan orang lain untuk menentukan kehidupannya sendiri termasuk menentukan relasinya. Karena pertanyaan yang kita anggap biasa dan sederhana ternyata bisa berdampak besar bagi orang lain.

“Orang stress atau tertekan itu kan ekspresinya juga tidak segar, bagaimana mau cari jodoh kalau ekspresinya gak segar, bagaimana orang mau tertarik kalau orangnya selalu tertekan, dampak pertanyaannya bisa sampai sana. Bahkan kalau akhirnya punya relasi belum tentu relasinya sehat karena bisa jadi itu hanya karena terpaksa. Dari pada gak ada yang lain dan dari pada dapat pertanyaan kapan nikah terus, akhirnya asal pilih yang belum tentu cocok dengan kita” kata C. Wijoyo Adinugroho.

Penulis : Wita Ayodhyaputri

13690812_590996751073883_4480311752051358439_n

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s