26 Maret 2026,
Sebuah refleksi kolektif dari gerakan feminis di berbagai wilayah

Untuk hari esok yang sedang kami perjuangkan,

Ada masa-masa ketika dunia terasa seolah-olah menekan dari segala arah
Ketika perjuangan menjadi lebih berat, kata-kata harus dipilah dengan saksama, atau bahkan ketika sekadar hadir pun terasa membebani.

Kami sangat mengenal keadaan ini.
Pun begitu, kami tetap di sini.

Kami di sini karena kami telah belajar bahwa gerakan tak hanya lahir dari perlawanan. Gerakan tumbuh dari kepedulian, kebersamaan, dan cara-cara sederhana kami saling menopang satu sama lain. Gerakan dibangun lewat berbagi pengetahuan, melalui pendampingan, dan kepercayaan bahwa bahkan dalam kondisi yang paling terbatas sekalipun, tetap ada kemungkinan untuk hari esok yang lebih cerah.

Maka hari ini, kami memilih untuk berangan-angan.

Kami berangan-angan tentang sebuah dunia di mana kemerdekaan reproduksi adalah kenyataan yang dapat dirasakan setiap siapa, bukan hanya pilihan untuk beberapa.
Sebuah dunia di mana martabat, otonomi, dan keadilan menjadi pijakan kokoh bagi layanan kesehatan reproduksi, serta tak ada lagi kehidupan yang direnggut dan dibatasi karena akses aborsi aman berada di luar jangkauan.

Kami berangan-angan tentang hari esok di mana aborsi dipahami sebagai bagian dari layanan kesehatan sehari-hari, dan ada di tangan siapa saja yang membutuhkannya.
Hari esok di mana akses aborsi tidak ditentukan oleh batas-batas geografis, hukum, atau izin, tapi menjadi pilihan yang disambut dengan kepedulian, dan aksesnya dapat terwujud tanpa hambatan.

Kami berangan-angan tentang sebuah dunia di mana aborsi tak lagi distigmatisasi, dimedikalisasi, dan dikriminalisasi.

Kami berangan-angan tentang sebuah dunia di mana aborsi dipandang dan disuarakan sebagai bentuk kepedulian, kebaikan, melampaui stigma dan ketakutan.
Sebuah dunia di mana aborsi tidak lagi diperlakukan sebagai kejahatan, melainkan diakui sebagai pilihan.

Kami berangan-angan tentang sebuah dunia di mana self-managed abortion dianggap sebagai prosedur yang aman dan efektif untuk mengakhiri kehamilan tidak diinginkan tanpa hanya bergantung pada layanan klinis.

Kami berangan-angan tentang hari esok di mana otonomi tubuh tak lagi diperdebatkan, tapi dihormati oleh semua.

Di mana orang-orang bebas dari ketakutan, penghakiman, dan tidak didefinisikan hanya dari kehidupan reproduksinya.
Di mana kami lebih dari sekadar tubuh kami, namun tetap berdaulat penuh atasnya.

Kami berangan-angan tentang sebuah dunia di mana keadilan reproduksi hadir dengan setara dan aksesibel untuk semua perempuan dan anak perempuan, baik di perkotaan maupun pedesaan.
Di mana pengetahuan menyebar luas, di mana misoprostol menyelamatkan banyak kehidupan, di mana orang-orang muda dan komunitas didukung dengan informasi dan layanan yang mereka butuhkan untuk mengambil keputusan dengan aman.

Kami berangan-angan tentang hari esok di mana orang-orang dengan disabilitas benar-benar memegang kendali penuh atas tubuh dan keputusannya, di mana akses self-managed abortion inklusif, aman, dan selaras dengan realitas mereka.

Kami berangan-angan tentang dunia di mana kepedulian melintas batas-batas.
Di mana komunitas memahat sendiri wajah keadilan.
Di mana dukungan hadir untuk siapa saja yang memilih menjadi orang tua maupun siapa saja yang memilih aborsi.

Dan lebih dari ini semua, kami berangan-angan tentang kehidupan yang lebih dari sekadar bertahan hidup.

Kami berangan-angan tentang sukacita.
Kami berangan-angan tentang kelimpahan.
Kami berangan-angan tentang waktu untuk berjeda, mencipta, dan saling mendengarkan sesama.

Kami berangan-angan tentang sebuah dunia di mana duka dipikul bersama, di mana perayaan disemarakkan bersama, di mana kami saling menyokong satu sama lain.

Untuk keadilan reproduksi di hari esok, kami berjanji:

Kami akan terus melindungi layanan.
Kami akan terus membagi pengetahuan.
Kami akan terus membangun jaringan solidaritas yang tak akan mudah dihancurkan.

Kami akan terus mendukung siapapun yang menyediakan, mendampingi, dan memperjuangkan.
Kami akan terus mengupayakan sebuah dunia di mana kerja mereka diakui, didukung dengan sumber daya memadai, dan dijalankan dengan kebebasan penuh.

Kami akan terus membangun sistem yang menopang orang-orang, bahkan ketika struktur formal gagal melindungi mereka.

Kami akan terus menentang kriminalisasi, stigma, dan pembungkaman.

Karena banyak dari yang kami lakukan tak tampak di permukaan.

Ia hidup dalam beragam percakapan.
Tumbuh dalam komunitas.
Hadir dalam kerja-kerja perawatan yang sunyi.
Juga tersiar lewat informasi dari satu ke yang lain dengan tujuan dan kepercayaan.

Inilah cara gerakan bertahan.

Melalui kesinambungan.
Melalui jalinan hubungan.
Melalui pemahaman bersama bahwa kami tidak sedang berjalan sendirian.

Untuk sesiapa yang akan melanjutkan nanti, kami ingin kalian tahu:

Kami di sini.
Kami sedang membangun.

Kami membangun layanan yang dapat menjangkau orang-orang di manapun berada.
Kami membangun pengetahuan yang tak mudah dihilangkan.
Kami membangun ikatan yang akan bertahan melampaui kondisi tempat kami bekerja.

Kami membangun sebuah dunia yang belum sepenuhnya mewujud, namun kami tahu itu dapat diwujudkan.

Dan kami mengupayakannya bersama.

Lintas gerakan.
Lintas wilayah.
Lintas bahasa.

Surat ini bukan sekadar refleksi. Ini juga sebuah komitmen.

Bahwa kami akan melanjutkan perjuangan.
Bahwa kami akan menyesuaikan diri.
Bahwa kami akan menguatkan satu sama lain.

Dan bahkan dalam masa-masa di mana segalanya menuntut kami untuk fokus pada bertahan hidup semata, kami akan tetap membuka ruang untuk berimajinasi.

Karena berangan-angan adalah bagian tak terpisahkan dari membangun hari esok yang lebih cerah.

Di situlah semua bermula.

Dalam solidaritas,
Lintas gerakan, lintas wilayah, lintas masa


Surat untuk Hari Esok adalah publikasi terjemahan dari Letter to the Future; pernyataan kolektif yang diinisiasi oleh MAMA Network sebagai bagian dari kampanye global Hari Penghapusan Stigma Aborsi Sedunia yang diselenggarakan bersama jaringan global.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here