Kamu mual dan pusing? Kamu juga panik karena baru saja melakukan hubungan seksual? Beberapa dari kalian mungkin langsung beranggapan “apakah aku hamil?”, tapi apakah kamu tahu tidak semua hubungan seksual mengakibatkan kehamilan? Jadi tenang dulu, meskipun kehamilan adalah hal yang sangat mungkin pada perempuan yang aktif secara seksual, mual dan pusingmu bukan berarti hamil lho.

Apa itu kehamilan?

Kehamilan adalah proses yang terjadi ketika sel telur bertemu dengan sperma hingga terbentuknya janin yang siap untuk dilahirkan. Sel telur berasal dari ovarium atau indung telur. Sel telur akan keluar dari ovarium dan berjalan turun ke rahim lewat saluran tuba falopi ketika usianya sudah matang. Proses ini disebut juga proses ovulasi. Pembuahan terjadi ketika dalam proses ini, sel telur bertemu dengan sperma. 

Dari proses pembuahan nantinya terbentuk konsepsi yang akan menjadi janin. Kehamilan terjadi selama 40 minggu dan dibagi menjadi tiga trimester yaitu, kehamilan trimester pertama (0-13 minggu), kehamilan trimester kedua (14-26 minggu) dan kehamilan trimester ketiga (27-40 minggu). 

Hubungan seksual apa saja yang menyebabkan kehamilan?

Kehamilan terjadi akibat pertemuan sel telur dan sperma. Jadi ketika kamu melakukan hubungan seksual yang berpotensi untuk terjadinya pertemuan sel telur dan sperma, itulah yang memungkinkan terjadinya kehamilan. 

Hubungan seks seperti penetrasi vaginal ataupun aktivitas lainnya dimana laki-laki berejakulasi di sekitar vagina berpotensi pada kehamilan. Cairan yang dikeluarkan laki-laki sebelum ejakulasi (pre-cum) pun dapat menyebabkan kehamilan karena di dalamnya juga ditemukan sperma. Kapanpun dan dimanapun kamu melakukan penetrasi akan mungkin terjadi kehamilan, bahkan meskipun itu adalah penetrasi pertamamu. 

Sedangkan kegiatan seksual seperti berciuman, oral seks, atau mutual masturbation tidak menyebabkan kehamilan karena tidak terjadi pertemuan sel telur dan sperma. Jadi kalau ada mitos kalau kamu bisa hamil dengan kegiatan seksual seperti itu, jangan di percaya ya! 

Melakukan penetrasi saat menstruasi juga tetap mengakibatkan kehamilan. Hal ini dikarenakan sperma masih bisa hidup selama 72 jam setelah ejakulasi. Jadi ada kemungkinan sperma tersebut masih bertahan hingga perempuan ovulasi. Bahkan percaya tidak percaya, kamu juga tetap bisa hamil lho meskipun sedang menyusui.

Apakah bisa hamil meski sudah memakai kontrasepsi?

Sayangnya, sampai saat ini belum ada kontrasepsi yang 100% menghindarkanmu dari kehamilan. Faktanya, kondom yang biasa laki-laki pakai pun hanya efektif mengurangi potensi hamil sebesar 82%. Sedangkan IUD menyisakan 1% kemungkinan kehamilan. Kontrasepsi darurat pun akan berkurang efektivitasnya ketika diambil dengan jeda yang terlalu lama setelah berhubungan seks tidak aman.

Bagaimana mengetahui kehamilan?

Meskipun kamu merasa bahwa kamu mual dan pusing, bukan berarti kamu mengalami kehamilan. Bisa jadi. Tapi, tidak selalu begitu. Bahkan menstruasi yang terlambat pun belum tentu terjadi karena kehamilan, bisa jadi hormonmu tidak stabil, perubahan pola makan ataupun stress. Cara mengetahui bahwa kamu hamil atau tidak adalah dengan melakukan cek kehamilan. Kamu bisa membeli test pack ataupun pergi ke klinik untuk melakukan USG. Jika kamu masih bingung dengan kondisimu, terkait ini kamu bisa menghubungi konselor di Samsara Hotline.

Jangan ragu untuk mengecek ketika kamu merasa khawatir. Karena lebih cepat kamu mengetahui apa yang terjadi pada tubuhmu, lebih baik. 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here