12 April 2022, Saksi Perjalanan Panjang UU Tindak Penghapusan Kekerasan Seksual
Bermula dari RUU PKS
Perjalanan panjang UU Tindak Penghapusan Kekerasan Seksual dimulai pada 2012, saat kasus kekerasan seksual banyak bermunculan. Saat itu, Komnas Perempuan menginisiasi gagasan bahwa perlu ada payung...
Cengkraman Budaya Patriarki dalam Keseharian
Keseharian kita adalah keseharian yang patriarkis, bias gender dan pastinya mendiskreditkan perempuan. Sampai hari ini budaya patriarki masih melekat kuat di masyarakat Indonesia. Sederet contoh bisa kita sebutkan. Misalnya,...
“Tolong!” : Uluran Pertama Kita, Selangkah Harapan Menyelamatkan Hidupnya
Kita mungkin akan enggan berimajinasi bagaimana bila hal buruk terjadi dalam hidup kita: Apakah aku dapat tertolong? Apakah aku dapat selamat? Apakah setelah ini hidupku berarti? Bagaimana aku mencari...
Bagaimana #ShoutYourAbortion Bekerja Melawan Stigma di Amerika
Pertengahan September 2015. Amelia Bonow, seorang bartender, mendapatkan ancaman yang mengerikan dari seseorang di internet.
“Seseorang mendapatkan akses ke postingan lama yang...
PENGGUNAAN PERSPEKTIF PEREMPUAN PADA PERUMUSAN FIQH tentang ABORSI
Semua perdebatan terkait tinjauan Islam mengenai aborsi dapat ditengahi dengan penggunakan perspektif perempuan. Hal ini sangat diperlukan terutama untuk mendorong adanya formulasi fiqh kontemporer tentang aborsi . Tujuannya untuk...
Di Bawah Payung Merah Pekerja Seks Berlindung
Ketika membicarakan pekerja seks, stereotip dan label yang melekat adalah mereka yang memakai fishnets stockings dan high heels. Konstruksi stereotip dan stigma tersebut sangat berbahaya dan menempatkan pekerja seks...
Dekriminalisasi, Bukan Legalisasi!
Topik tentang aborsi di Indonesia selalu terdengar sangat familiar sekaligus liyan. Ketika bicara tentang aborsi, hampir semua orang akan merasa begitu akrab dengan berbagai berita buruk, ancaman pidana, dan...
Bagaimana Hidup dengan Trauma Perkosaan di 27 Steps of May
Ada banyak penelitian yang menyebutkan bahwa trauma akibat perkosaan amatlah berat sekali dan dapat mengakibatkan depresi bagi korbannya. Karena traumanya ini, banyak penyintas yang kehilangan kontrol atas dirinya sendiri....












